Helloooo!
Gue kambekkk! Hohoho.... Dan sekarang gue bawa cerbung gue part-5. Masih ada kan yang mau baca cerbung gue?
Oke sokiiiin! Happy reading!
"Hey" ucap seorang lelaki.
"Loh? Kelvin?" aku kaget melihat Kelvin.
"Sendirian aja Gi?" tanya Kelvin.
"Hm.... Sama Raffi hehe" jawabku.
Ku lihat raut wajah Kelvin berubah seketika saat mendengar nama Raffi.
"Eh lo sendiri sama siapa?" Aku langsung mengalihkan pembicaraan.
"Sama temen gue"
Tiba-tiba Raffi datang.
"Eh elo Kelv, ngapain disini?" Raffi? Ramah sama Kelvin? Aku kira dia bakal marah.
"Tadi ngobrol sebentar doang Fi, gue kesana dulu ya Fi, Gi" jawab Kelvin.
Setelah Kelvin pergi.
"Nih eskrim lo" Raffi menyerahkan eskrim padaku.
"Makasih hehe" aku tatap Raffi dengan heran.
"Kenapa?" tanya Raffi yang sadar dengan tatapan anehku.
"Gak marah?" tanyaku.
"Apa? Hahahaha... Marah? Hahahahahaha" Raffi tertawa, "Enggaklah"
Okey...
"Kan udah gue bilang, gue gak akan ngekang lagi" ujar Raffi.
"Hm, lo udah jadian sama Kelvin?" tiba-tiba Raffi bertanya seperti itu.
"Enggaklah." jawabku.
"Kenapa gak jadian?" tanya Raffi lagi.
"Hah? Enggak ah" jawabku sedikit salting, "udah ah kenapa ngomongin Kelvin, lo sendiri gimana sama Cindy?"
"Cindy? Hahaha. Cindy kan cuma mantan gue" jawab Raffi.
"Ya kan bisa balikan lagi. Bukannya semenjak gue sakit lo lebih deket lagi kan sama dia?" ledekku.
"Haha belom waktunya" jawab Raffi, "udah ah kaga asik ngomongin dia. Kepo banget si lo"
Raffi menyenggol tanganku yang sedang memegang eskrim alhasil eskrimku mengenai hidungku.
"Ck, Raffi ihhhhh" Aku tidak terima dan mengejar Raffi.
"Et, et gabisa gabisa" Raffi masih berlari.
"Raffi ih belepotannnnnn" ujarku, "ngeselin banget si lo"
"Bawel amat si tuan putriiiiii" Raffi membersihkan eskrim di wajahku menggunakan tissue.
"Sini ah gue bisa sendiri, banyak gombal hidup lo" Kutarik tissue yang di pegang oleh Raffi lalu membersihkan mukaku sendiri.
Tak terasa hari semakin gelap, sudah banyak yang aku & Raffi lakukan di taman.
"Udah gelap nih, mau pulang jam berapa lo?" tanya Raffi.
"Malem aja deh gue masih kangen banget sama taman ini" jawabku.
Taman ini emang slalu bikin aku betah.
Aku mulai ngantuk.
Lampu-lampu taman pun mulai menerangi remang-remang taman. Kami masih duduk di kursi panjang, dengan menghadap ke langit.
Ku senderkan kepala ku ke pundak Raffi dan tanpa terasa aku tertidur.
>>>>>
Pagi itu hari libur. Caca & Barry mengajakku pergi ke Dufan. Hm.... Udah lama juga sih aku gak ke dufan. Oke aku mengiyakan ajakan mereka.
Sekarang jam 8:30. Tiba-tiba...
"Assalamu'alaikum....." ucap Nissya & Nanas memasuki rumahku.
Wahhhh ada Nissya sama Nanas. Seru nih rame. Hm, tapi......
Pasti ada Raffi deh. Huf. Sial.
"Assalamu'alaikum" Dan benar saja pemirsah, Raffi datang.
"Ngapain lo?" tanyaku.
"Mau ngapelin lo" jawab Raffi asal.
"Idih... Serius gueeee"
"Lo mau kemana?" tanya Raffi balik.
"Lah di tanya orang malah nanya balik gimana sih lo. Gue mau pergi. Mau apa lo?!"
"Mau ikut." jawab Raffi enteng.
"Siapa lo main ikut-ikut aja."
"Cowok lo." jawab Raffi asal.
"Ye gila."
Raffi malah mencubit pipiku.
"Apansi Raffi ah..."
Caca & Barry pun datang. "Udah dateng smua kan? Yuk berangkat"
"Kok lo gak bilang Raffi ikut sih Ca?" tanyaku pada Caca.
"Emang lo mau Mbak naik wahana sendirian? Gue sama Barry, Nanas sama Teh Nissya." tanya Caca.
"Ya gak mau sih."
"Yaudah ayok lama lo." seru Raffi menarik tanganku memasuki mobil.
>>>>>
Kamipun sampai di Dufan.
"Aku mau ketemu temennya Barry dulu." ucap Caca memberitau kami.
"Ohyaudah kita berempat langsung main aja ya. Lo nanti telpon gue aja kalo udah selesai" kataku.
Caca & Barry mengangguk lalu pergi.
"Eh Mbak, aku mau ke toilet dulu sama Nanas ya." kata Nissya.
Trus berarti aku berduaan sama Raffi?
"Oh yaudah kita duluan ya." kata Raffi.
"Eh enggak. Kita tunggu sini aja." elakku.
"Enggak! Aa sama Mbak Gigi duluan ya Nas, Nis" seru Raffi setengah berteriak karna Nanas & Nissya mulai menjauh.
"Yuk ah." Raffi langsung menggandeng tanganku.
"Ngapain lo gandeng-gandeng?"
"Dari pada gue gandeng cewe lain ntar lo cemburuuuu." kata Raffi sambil mencolek daguku.
"Engga ish. Udah ayo ah lama deh." seruku.
Kamipun berjalan menyusuri wahana permainan.
"Histeria tuh!" seru Raffi.
"AH ENGGAK! Lo mah baru dateng langsung yang ekstrim." elakku.
"Ye bilang aja takut kan lo." ledek Raffi.
"Enggak tuh!"
"Halah. Kalo gak takut ayo naik." ajak Raffi. "Kita bikin perjanjian, nantikan pasti di atas ada yang foto. Nah, siapa yang merem di foto itu berarti kalah."
Hm.... Lumayan ekstrim juga sih tantangan Raffi. Secara aku takut ketinggian.
"Ok deal! Yang kalah apa hukumannya?" tanya ku.
"Bebas yang menang yang ngasih hukuman."
Hm... Kalo aku tolak pasti di bilang cemen sama dia, "Oke deal!"
Raffi mengacungkan kelingkingnya, lalu kukaitkan kelingkingku. Kami langsung menaiki wahana histeria.
"5...4...3...2...1"
WUSSS!!!! Bangku kami terlempar ke atas. Aku merasa nyawaku tertinggal di bawah. Lalu, bangku kami kembali ke bawah, lalu ke atas lagi beberapa kali. Setelah itu turun dan selesai.
Aku gak sadar tadi aku merem atau enggak pas di atas. Jantungku terasa ingin putus.
"Gimana? Asik kan?" tanya Raffi.
Aku hanya diam sambil masih mengatur nafasku.
Kami berjalan ke tempat mencetak foto yang di wahana ini. Saat melihat foto kami,
BENAR SAJA! Aku merem. Aku udah duga sih.
"HAHAHAHA LO KALAH!" kata Raffi mengejekku.
"Huh...."
Raffi masih tertawa terpingkal-pingkal, terlintas ide di otak ku.
"Aduh Raffi...." aku memegangi kepalaku dan pura-pura pingsan.
Ku dengar suara Raffi, "Gigi, eh lo kenapa? Yah masa pingsan sih. Please bangun dong. Yah maaf ya gue maksa lo naik histeria. Sebenernya gue tau lo takut ketinggian. Gigi maaf....." sambil menepuk-nepuk pelan pipi & tanganku.
"Gue janji deh gak bakal ngasih hukuman lo. Tapi lo yang ngehukum gue. Bangun dong. Gigi...."
HAHA. Kata-kata yang aku tunggu.
"OKE DEAL! LO YANG GUE HUKUM." kataku langsung terbangun.
"Dih apaansih lo pura-pura pingsan gitu. Orang udah panik tau gak?" omel Raffi.
"Kan cuma bercanda, lagian lo ketawa mulu." kataku.
"Ya tapi gak lucu sampe pura-pura pingsan gitu!"
Aku diam mendengar nada bicara Raffi yang super marah. "Maaf..."
Raffi pergi meninggalkan aku. Aku mengejarnya. "Raffi ih maafin gue..."
Raffi menghentikan langkahnya, "WLEEE KENA JUGA HAHAHAHAHA!"
Watde...... Argh! Ternyata Raffi cuma bohongin aku. Aku hanya memasang muka beteku.
"Hahahaha lagian ngerjain gue sih lo" kata Raffi.
Aku diam meliriknya kesal.
"Udah ah ayok main yang lain." ajak Raffi.
"Ettt... Lo harus tepatin omongan lo yang tadi dulu. Gue boleh ngehukum lo." kataku.
"Ya enggak dong. Kan lo pura-pura. Berarti tetep lo yang dapet hukuman."
"Dih tapikan lo udah janji." tagihku.
Ku lihat Raffi berfikir, "Hm.... Oke, tapi...." Raffi menunjuk pipinya.
Ya, Aku tau maksudnya. "ENGGAK!"
"Yaudah gak mau." kata Raffi.
"Raffi mahhh...." aku ngambek.
CUP! Satu kecupan Raffi mendarat di pipiku. Aku yakin mukaku memerah. Daridulu Raffi memang sering mencium pipi atau keningku. Tapi dari dulu juga muka ku langsung memerah saat Raffi menciumku.
"Cie mukanya merah cie..." Ledek Raffi.
Aku menutup mukaku, "Udah kan? Sekarang lo gendong gue terus beliin gue eskrim."
"Bener ya?!" tanya Raffi lalu langsung mengangkatku dan berlari menuju toko yang menjual eskrim.
"Aaaaa!!! Raffi!!!!" Bukan gendong seperti ini maksudku.
"Kan minta gendong." kata Raffi sambil berlari.
"Awas Raffi ih nanti jatoh."
Kami sampai di toko eskrim.
"Hosh... Capek ey" kata Raffi mengatur nafasnya.
Lalu kami pun makan eskrim.
Setelah selesai kami kembali bermain wahana lainnya. Lalu tiba-tiba Caca menelponku menyuruh kami bertemu di salah satu tempat makan disana. Kami pun kesana, dan ternyata sudah ada Caca, Barry, Nanas dan Nissya. Kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.
Setelah kenyang, kami beristirahat sebentar lalu bermain wahana yang lain. Sekarang ber 6. Dari wahana yang extreme sampai yang biasa saja kami mainkan.
Menjelang malam. Kami sedang duduk di salah satu restaurant untuk sekedar minum. Lalu Raffi tiba-tiba menarik tanganku.
"Sebentar ya gue sama Gigi ada urusan." kata Raffi kepada yang lain.
"Mau kemana sih, Fi?" tanyaku sambil masih terus berjalan mengikuti Raffi.
"Udah ikut aja."
Kami sampai di salah satu wahana bernama 'Bianglala' wahana seperti kincir angin raksasa.
"Naik ini?" tanyaku.
Raffi hanya mengangguk lalu membawaku naik ke dalam wahana.
Dari bawah, tempat kami sampai ke atas. Di atas sangat sejuk. Sunset pun mulai terlihat. Pas di atas bangku kami di hentikan. Itu kami manfaatkan untuk foto-foto.
Setelah banyak berfoto ria. Raffi menggenggam tanganku. Mukanya seperti ingin mengatakan sesuatu. Matanya serius menatap mataku.
Raffi mencium kedua punggung tanganku.
"Gue sayang banget sama lo, Gi!"
DEG! Aku diam. Ku cerna kata-kata Raffi di otakku. Mulutku kaku untuk berbicara.
"Daridulu gue selalu nyaman bareng sama lo." kata Raffi.
Aku masih diam. Raffi langsung memelukku.
Lagi dan lagi. Pelukan Raffi selalu nyaman aku rasakan. Aku merasa sangat terlindungi dalam pelukan Raffi.
"Aku sayang sama kamu!" ucap Raffi sambil menempelkan keningku dengan keningnya dan memegang kepala ku.
Aku merasakan tatapan Raffi yang serius. Tanpa terasa aku meneteskan air mataku.
"Kenapa nangis?" tanya Raffi lirih sambil mengusap air mataku.
Raffi kembali memelukku. Ku balas pelukan Raffi, "Aku juga sayang sama kamu!"
Raffi langsung menatapku, dan tersenyum.
Setelah selesai naik wahana bianglala, kami pun kembali menemui Caca, Barry, Nanas, dan Nissya lalu bergegas pulang.
>>>>>
Siang itu aku melihat banyak orang tergesa-gesa menuju lobby kampus.
Aku sedang berjalan di kampus dengan Kia & Jeje. Tiba-tiba...
"Gi, ini buat lo"
"Gi, nih"
"Nih"
"Terima ya Gi"
Banyak mahasiswa/i kampus memberiku bunga. Apa ini?
"Duh ada apaan sih ini?" Aku heran.
"Gatau Gi, itu di lobby rame kenapa ya?" Kia bertanya balik.
"Mana gue tau. Ayo coba kesana"
Aku berjalan ke arah kerumunan orang. Semua membuka jalan untukku. Sampai aku di tengah-tengah. Terdapat banyak sekali bunga, dan bertuliskan 'GIGI, WOULD YOU BE MY GIRLFRIEND?'
Aku tambah heran. Siapa yang buat ini semua? Raffi?
To Be Continued...
Hayo kira-kira siapa ya yang nyatain cinta ke Gigi? Hm... Penasaran? Tunggu di part selanjutnya ya teman-teman! Thanks for reading!
Next yaa,seru banget,dan penasaran
BalasHapusDitunggu next nya ya :)
BalasHapusKak next ny cepetan dong bikin penasaran. Bagus nih cerbungnyaaa
BalasHapusNext nya jangan lama2 ya...penasaran bgt nih sama kelanjutannya, ditunggu loh
BalasHapusBikin penasaran next
BalasHapusDi tunggu kelanjutannya
BalasHapusDi tunggu kelanjutannya
BalasHapusMakasih ya semuanyaa... Di tunggu nextnya ok?:)
BalasHapusNext ny jgn lamalama ya kak
BalasHapusAaaa so sweet banget..sie kira" kejutan apa lagi ya yang aa kasih buat ngelamar ka gigi..di tunggu part selanjutnya
BalasHapusnext ya jangan lama-lama
BalasHapus