Jumat, 31 Juli 2015

#AugustWishForRANS

#AugustWishForRANS


AGUSTUS! 

Bulan yang paling di tunggu tahun ini sama kalian ya, Aa' dan Mbak. Bukan cuma kalian, keluarga sampe kita fans-fans Aa' dan Mbak nunggu banget kedatangan bulan Agustus ini. Bulan yang akan dilahirkannya seorang anak yang paling dinanti tahun ini, yang berasal dari janin Mbak Gigi. 

Tinggal itungan hari lagi Aa' & Mbak akan jadi seorang Ayah & Ibu untuk yang pertama kalinya.

Do'a ku buat A' Raffi, Aa' harus sehat terus. Biar bisa nemenin Mbak Gigi berjuang di hari kebahagiaan kalian, kelahiran anak pertama. Semoga Aa' bisa nepatin janji Aa' buat nemenin Mbak Gigi pas ngelahirin. Dan jangan terlalu mepet ya A' nemeninnya. Semoga rezeki Aa' Raffi mengalir terus. Dan jangan pedulikan kata-kata hatters yang bisa buat drop ya A' cukup ambil kritik membangunnya aja. Semoga Aa' bisa jadi Bapak yang baik, sesuai dengan kata-kata Aa' yang sering Aa' ucapin. Semoga Aa' juga bisa lebih baik lagi jadi suami buat Mbak Gigi ya A'.

Buat Mbak Gigi, semoga Mbak sehat terus, bahagia terus biar dede bayi nya juga bahagia. Selalu sabar sama semua hatters ya Mbak. Berapapun hatters Mbak, 10x lipat juga ada fans Mbak. Gak usah di pikirin banget. Semoga harapan Mbak yang mau melahirkan normal bisa tercapai. Semoga Mbak bisa jadi Ibu yang baik buat Calon Dede Bayi. Dan juga menjadi Istri yang lebih baik lagi buat Aa' Raffi.

Buat Calon Dede Bayi, Hai Dede Bayi! You're the lucky first! Kamu lahir dari janin seorang Ibu cantik, baik, sabar, dambaan banyak orang dan tentu akan jadi orang pertama yang mendidikmu dengan baik & kasih sayang. Kamu punya Papa yang begitu luar biasa semangatnya mencari uang, bijaksana dan tentu akan menjaga kamu & Mama-mu dengan baik & penuh cinta. Kamu punya 2 orang Nenek yang sangat hebat & cantik. Kamu punya 2 orang kakek yang sangat menantimu, satu di dunia & satu di surga sana. Kamu punya beratus-ratus Aunty & Uncle di medsoc yang slalu mendo'akanmu walaupun kamipun tidak menunjukkan identitas kami. Mama-mu, Papa-mu, Keluarga besar-mu, dan Aunty-Uncle di medsoc udah menunggu kelahiran kamu. Yang sehat ya di dalem perut Mama kamu, supaya Mama kamu juga bisa sehat terus. Semuanya berharap kamu lahir di tanggal 17 Agustus. Tapi yang penting liat kamu lahir secara sehat & lengkap juga udah buat kita bahagia banget kok. Aku yakin kamu akan jadi anak yang baik, karna Mama Papa-mu yang baiknya amat sangat. Oiya, Mama-mu sangat ingin melahirkan mu dengan normal, semoga Allah mewujudkan keinginan Mama-mu ya. 

Amiiiin.

Do'a dari teman-teman RANS di Twitter:

"@Niesaa17: Buat @RaffiAhmadLagi smoga sehat selalu, persalinanny dilancarkan, ibu bayi sehat lahir slamat sempurna tnpa kkrangan stu apapun #AugustWish"

"@Niesaa17: Buat Rans Jr ponakan akuh, sehat trus di perut mamahnya nya, nnti kluarnya tggl 17 Agust yah, jd anak yg sholeh sholeha. Amin #AugustWish"

"@AMazingRANS: Semoga kelahiran dedek bayi 'RICH' lancar , ayah ibu-nya 'Raffi Gigi' di sehatkan, sahabat perTLan di lancrkan sgala urusan #AgustuswishRANS"

"@RansFamily: #AugustWish menghitung hari RANSjunior lahir.. Semoga proses persalinannya lancar,sehat ibu dan bayinya serta bpknya @RaffiAhmadLagi"

"@meirina09: Aa bumil debay, semoga sehat selalu, persalinan beberapa hari lagi InsyaAllah dilancarkan, ibu bayi sehat lahir selamat sempurna #AugustWish"

"@meirina09: Fi, Gi, yg sebentar lagi akan jadi orang tua. tugas makin berat nih. tapi yakin kok kalian mampu jadi org tua terbaik utk anak. #AugustWish"

@Azariakyla: 


"@29_uyahar: #Agustuswish Moga persalinan syesye normal dan lancar, diberikan ktrunan yg sholeh/sholeha, mga syesye n bayinya sht trus, bpknya juga amin"

Amiin Ya Rabbal 'Alamin. 

Maaf buat yg ga di tulis di sini ya, soalnya ini cuma yg lewat di Timeline! Thankyou for reading!

www.twitter.com/chalifiaaa

Selasa, 28 Juli 2015

You're My Future: Part-3.

Hai! 

Maaf ya maafffff banget gue lama ngepost-nya. Maaf juga yg udah gue php-in hahaha. Bilangnya kemaren-kemaren mau ngepost, tapi baru sekarang ngepost-nya. Maaf ya semuanyaaaa!

Oke langsung aja next Part 3 nya. Cussss!

Sesampainya dikamar...

"Eh Jeje? Kia?" Aku kaget dengan kedatangan Jeje dan Kia. Mereka langsung memelukku.

"Hai Gi" ujar Kelvin.

"Loh? Kelvin? Ngapain lo?" tanya Raffi ketus.

Dia emang gasuka sama Kelvin.

"Tadi dia minta ikut pas gue sama Kia mau ke sini, yaudah dia ikut" jelas Jeje.

Raffi sangat kesal dengan Kelvin. Raffi tau, sejak dulu Kelvin menyukaiku, Aku pun juga menyukai Kelvin. Namun kami tidak pernah menjalin hubungan, Aku menolaknya karna aku tidak mau Kelvin sakit hati lantaran nantinya aku akan di jodohkan dengan Raffi.

"Makasih ya udah jenguk" Ucapku sambil tersenyum kepada Jeje, Kia, dan Kelvin.

Ku lihat Raffi menatap kami dengan kesal.

Aku, Jeje, Kia, dan Kelvin pun mulai mengobrol. Nampaknya Raffi memang tidak ada niat ikut nimbrung pada perbincangan kami.

Tiba-tiba dia beranjak dari tempatnya.

"Fi mau kemana?" tanyaku.

"Nyari angin, disini panas" Raffi langsung berlalu.

"Raffi kenapa Gi?" tanya Kia.

"Gak tau"

Sebenarnya Aku tau yang dirasakan Raffi.

Setelah cukup lama mengobrol, Jeje, Kia, dan Kelvin memutuskan untuk pulang. Tiba-tiba Raffi datang.

"Gi, gue balik dulu ya cepet sembuh lo muah." pamit Jeje dan Kia.

"Cepet sembuh ya Gi, bye" pamit Kelvin sambil mengelus kepalaku.

"Ehm gak usah ngelus pala juga kali" ujar Raffi ketus.

Aku hanya meliriknya.

"Makasih ya Je, Ki, Kelv, udah jenguk" ucapku.

"Iya sama-sama"

"Fi, gue balik ya" pamit Jeje dan Kia pada Raffi.

"Iya Je, Ki, thanks ya udah jenguk Gigi" jawab Raffi.

"Fi gue balik bro" ujar Kelvin kepada Raffi.

"Iye" jawab Raffi ketus.

Kelvin, Kia, dan Jeje pun pulang. Setelah mereka keluar dari kamarku...

"Sono lo pulang, jangan jenguk-jenguk lagi!" Raffi ngedumel sendiri.

"Apa sih Fi?" tanyaku heran.

"Ga" 

"Kan Kelvin cuma jenguk gue" 

Aku langsung to the point. Raffi diam.

"Maksud lo marah sama kedatengan dia apa? Lo ada hak apa marah?" tanyaku agak sinis.

"Ya berhak lah gue kan......" Raffi menghentikan omongannya.

"Apa?"

"Ya...hm..... Gue kan..... calon suami lo" ujar Raffi terbata-bata.

DEG.

Aku kaget. Selama rencana perjodohan ini di buat, baru sekarang Raffi berbicara seperti itu. Karna setauku, dari dulu dia hanya menaruh perasaan peduli saja, tidak lebih.

"Eeee.... Trus kenapa? Calon suami? Bukannya dari dulu emang kita ga pernah punya rasa satu sama lain?" tanyaku salah tingkah.

Raffi diam.

"Dulu kan lo sering bilang ke gue, kalo gue mau punya pacar silahkan. Kita juga di jodohin dan bakal nikah nantinya cuma pernikahan di atas kertas kan? Bukan dari hati kita?" tanyaku lagi.

Raffi masih diam.

'Maaf gue udah boongin lo, maaf gue udah boongin perasaan gue sendiri.' ucapku di dalam hati. Aku tidak bisa mengalahkan gengsiku.

Hening. Sampai tiba-tiba.....

"Assalamu'alaikum...." Caca, Nissya dan Syahnaz datang.

"Wa'alaikumsalam..." 

Setelah bercipika-cipiki ria aku, Caca, Nissya dan Nanaz pun duduk dan memulai obrolan hangat.

Tapi, Raffi masih diam.

"Gue balik dulu. Kalian temenin Gigi dulu ya di sini" ujar Raffi setelah cukup lama diam.

"Nanti aa ke sini lagi gak?" tanya Nanaz.

"Gatau liat aja nanti" 

Raffi langsung pergi.

"Raffi kenapa mbak?" tanya Caca.

"Gak tau tuh, tiba-tiba sikapnya berubah pas Kelvin, Kia sama Jeje dateng"

"Kelvin?" tanya Syahnaz.

"Iya"

Syahnaz dan Nissya saling pandang.

"Kenapa?" tanyaku.

"if you know what i mean" ujar Syahnaz dan Nissya berbarengan.

Caca diam sejenak, langsung tau apa maksud Syahnaz dan Nissya.

"Oh, paham" ujar Caca.

Sementara aku sudah mengerti duluan tentang perubahan sikap Raffi.

"Kan a Raffi emang gak suka sama Kelvin semenjak mbak Gigi deket sama dia" jelas Nissya.

"Iya aku tau" 

"Tapi gimana ya, aku bingung sama jalan pemikirannya dia. Dulu dia pernah bilang, walaupun kita di jodohin tapi aku bebas deket sama siapa aja. Begitu juga dia. Aku juga gak pernah ngekang dia mau deket sama siapa. Tapi dia malah bete" jelasku mengeluarkan unek-unekku.

>>>>>

Tidak terasa hari ini sudah hari ke-6 aku di rawat di rumah sakit, dan kabarnya hari ini aku boleh pulang. Tapi dimana Raffi?

Semenjak perbincangan 4 hari yang lalu, Raffi pulang dan tidak pernah kembali ke rumah sakit lagi. Jujur saja, aku kehilangannya.

"Raffi kemana ya Ca?" tanyaku kepada Caca yang sedang membereskan barang-barangku di rumah sakit untuk di bawa pulang.

"Kampus kali, mbak" 

"Bukan, maksudnya udh 4 hari dia ga dateng. Semenjak yang Kelvin jenguk gue itu dia gak dateng lagi" jelasku.

"Cie kangen kan lo, mbak" ledek Caca.

"Ya coba aja lo pikir, tiap hari gue bareng dia, walaupun bawel, rusuh, nyebelin. Trus tiba-tiba gak ada dia jadi sepi. Aneh banget rasanya" Aku benar-benar kangen dengan Raffi.

"Ya juga sih. Mungkin dia lagi sibuk sama urusan kampusnya, mbak" Caca menenangkan.

"Enggak, Raffi gak gitu orangnya" tukasku. 

Ya, sesibuk-sibuknya Raffi, dia selalu ada buatku. 

"Emangnya gak lo coba telpon?" 

"Gak ah ngapain" Huh gengsiku keluar lagi.

"Gengsi banget sih lo mbak, nih deh gue telpon" 

Caca pun menelpon Raffi.

-On phone-

C: "Aa dimana?"
R: "Kampus. Kenapa?"
C: "Hari ini mbak Gigi udah boleh pulang dari rumah sakit"
R: "Oh. Terus?"
C: "Aa gak bisa jemput dia gitu?"
R: "Hm.... Gak bisa Aa ada urusan. Udah ya" 

-Off phone-

Telpon langsung di tutup begitu saja oleh Raffi.

Aku yang sejak tadi mendengarkan obrolan mereka di telpon (tadi di speaker) hanya diam mendengar jawaban Raffi.

Kamu jahat Fi! Aku sakit tapi kamu malah gak ada.

"Mungkin dia sibuk mbak" Caca menenangkan.

"Iya kali ya. Yaudahlah terserah dia" ujarku pasrah.


Aku sudah siap untuk pulang, semua barangku sudah di kemas. Mama Rieta, Caca, Mama Amy pun ada disana untuk menjemputku.

"Loh si Raffi kemana?" tanya Mama Amy.

Aku heran.

"Gak dateng ma, katanya dia ada urusan" jawabku.

"Loh? Gimana sih Affi tadi dia bilang mau jemput kamu kok" 

What? Aku tambah bingung.

"Hm....Dari 4 hari yang lalu dia gak pernah dateng ke sini" jelasku.

"Hah? Masa sih? Tapi dia tiap pagi bilang abis pulang kampus mau ke rumah sakit" Mama Amy ikut bingung.

"Bener-bener si Affi. Yaudah kita pulang yuk nanti mama bilangin si Affi" lanjut Mama Amy.

-Rumahku, 17:00-

"Assalamu'alaikum" ucap Raffi saat masuk ke rumahku.

"Wa'alaikumsalam"

Setelah cium tangan dengan Mama Amy dan Mama Rieta, Raffi duduk di sebelah Mama Amy.

"Kok lama? Sampe satu setengah jam gitu dari kampus ke sini" tanya Mama Amy ke Raffi.

"Eeee.....tadi..... Affi ketemu dosen dulu ma"

Dia melirikku. Aku diam.

"Kenapa diem-dieman?" tanya Mama Rieta.

"Gapapa" jawab Aku & Raffi berbarengan.

Aku pandang Raffi, tanpa sengaja dia juga memandangku. satu detik kemudian membuang muka.

"Affi, jujur sama Mama. Selama 4 hari ini kamu kemana abis pulang kampus?" tanya Mama Amy mulai serius.

Aku lihat muka Raffi gugup saat Mama menanyakan hal itu.

"Kamu bilang mau ke rumah sakit, tapi kata Gigi sama Caca kamu gak ke rumah sakit dari 5 hari kemaren" ujar Mama Amy.

"Kalian ada masalah?" tanya Mama Rieta.

Aku diem. Aku liat Raffi menundukkan kepalanya.

"Jawab. Kamu kemana?" tanya Mama Amy lagi.

"A.....Affi......"

"Udah berani boong ya sama Mama" ujar Mama Amy.

Raffi kemana sih sebenernya? Sampe dia takut begitu jawabnya. 

"Kalo kayak gini terus, Mama sama Mama Amy akan mempercepat pernikahan kalian!" ujar Mama Rieta.

"APA?!" Aku & Raffi teriak berbarengan.

To Be Continued....


Gimana part-3nya? Sorry ya gak terlalu panjang part-3nya karna emang gue akhir-akhir ini lagi sibuk buat mos. Ya biasa anak baru wkwkwk. Yaudahlah budayakan comment ya! Biar gue tau lo pada suka atau engga. Thankyouuuu!

Jumat, 24 Juli 2015

#1millionIGraffinagita1717

Haloooo!

Congratulation buat Raffi & Gigi yang followersnya instagram.com/raffinagita1717 nya udah 1juta followers!!!!


Tapi tetep kalah ye A' sama temen-temen Aa' yang lain:"). Dari kemaren di cengin mulu sama temen-temennya karna followers ignya masih dikit. Dan sekarang udah 1juta! 

Hm... Karna di twitter juga lagi rame tentang #1millionIGraffinagita1717 (Dan pastinya masuk TTI!) gue akan bahas tentang socmednya Raffi Gigi aja. Oke sokin di bikin asik aja cyn! 

Di 1juta followers ignya, Raffi & Gigi ngepost video ngucapin terimakasih buat 1juta followersnya. Mau liat?


Yang mau liat videonya yuk silahkan liat:


Salut sih ignya bisa 1juta followers cepet gitu. Soalnya A' Raffi main ig baru sebentar. Efek minta promo ig dimana-mana ye A' wkwkwkwk. 

Hm... Sebenernya gue juga masih bingung. Instagram yang raffinagita1717 itu punya berdua atau Aa' sendiri? Tapi Aa' pernah bilang kalo ig ini di pake berdua dulu.

Nanti katanya yaaaa, KATANYA kalo abis lahiran Mbak Gigi mau bikin ig sendiri. Kalo sekarang belom di bolehin sama A' Raffi katanya takut Mbak Gigi-nya gak istirahat karna keasikan main socmed. Hm.... Menurut gue dan menurut sebagian anak-anak twitter RANS yang lain sih itu kurang masuk akal ya. Karna gue yakin kalo Mbak Gigi main socmed ya enggak sealay A' Raffi="))). Jadi gue yakin dia bakal tetep dapet istirahat yang cukup.

Tadi itu alesan pertama kenapa Mbak Gigi gak bikin socmed. Dan alasan keduanya Mbak Gigi gak boleh bikin ig sama A' Raffi karna A' Raffi takut kalah saing followersnya sama Mbak Gigi. Hahahahaha... A' Raffi mulai menyadari kalo Mbak Gigi emang fansnya bejibun:'). Jadi alasan mana yang bisa lebih masuk akal & bisa di percaya?

Oiya, abis lahiran nanti katanya Mbak Gigi gak cuma mau bikin instagram. Dia juga mau bikin Periscope! WAHHHH.... Itu mah bahagia banget ya buat RANS khususnya GigiHolic! Mungkin bikin periscope biar bisa main sama anaknya nanti ya. Tapi kata Mbak Gigi kalo anaknya lahir nanti fotonya gak boleh di ekspos di socmed. Karna sekarang lagi musim-musim kejahatan banget. Hm, Jadi gak sabar nunggu beberapa minggu lagi kelahiran RGjunior.

Semoga bener ya nanti Mbak Gigi bisa bikin instagram & periscope sendiri! Wahhhhh can't waiiiitttt!

Thankyou ya yang udah baca artikel kesotoyan otak gue yang cetek ini. Maaf kalo ada kata-kata yang salah/kurang di mengerti. Aku emang gak bisa ngerangkai kata-kata indah, tapi aku bisa merangkai hatimu dan hatiku menjadi cinta yang utuh. #EAAAAK #edisi #gombal #ketularan #mamad wkwkwkwkwk. Ohiya, adakah yang nunggu cerbung gue di lanjut? Kalo ada nanti sore/malem gue post ya! Oke cukup sekian ketidakjelasan gue, babayyyyy!<3

www.twitter.com/chalifiaaa

You're My Future: Part-2.

Alhamdulillah banyak yang minta lanjut cerbung gue ini. Dan sekarang gue bakal post Part 2 nya. Sokin cynnnn!

Happy Reading!

"Raffi... Raffi..." Entah kenapa nama dia yang aku panggil saat aku siuman.

"Gigi? Lo bangun?" aku mendengar suara Raffi walaupun aku belum sadar sepenuhnya.

Dokter pun datang dan memeriksa keadaanku. Lalu keluar bersama Raffi. Entah apa yang mereka bicarakan.

Aku gatau kenapa bisa disini. Saat aku sadar tadi, aku hanya ingat sedang berjalan di lobby kampus untuk menuju kelasku selanjutnya, tapi tiba-tiba semuanya gelap.

"Kok gue bisa di sini?" tanyaku yang mulai sadar sepenuhnya.

"Maag lo kambuh. Tadi lo pingsan di lobby kampus. Makanya kalo di bilangin tuh nurut." omel Raffi. 

Aku berpikir dia seperti orang tuaku haha.

"Sekarang lo makan" seru Raffi yang kembali ke ruanganku.

"Tapi..."

"Gak pokoknya makan!" seru Raffi ketus.

Raffi mengambil makanan ku yang sudah tersedia, dan ingin menyuapkannya padaku.

"Gue bisa makan sendiri" kataku.

"Diem gak? Gue bilang mama nih ya." Oh, berarti mama belom tau keadaan aku sekarang.

"Udah gue bilang, kalo disuruh makan nasi ya makan. Siang juga ga makan kan lo" Raffi tau darimana?!

"Gue siang tadi makan kok" elakku. Aku bohong. Sebenarnya aku juga tidak makan siang tadi.

"Halah ngeles aja lo. Kalo lo makan ga bakal kambuh kayak gini. Nyusahin tau ga?"

Aku tatap sinis Raffi.

"Gak perlu ngurus gue gini juga gapapa kok. Gue juga gak minta" ujarku.

"Mau di apain gue sama Mama kalo biarin lo"

"Percuma tapi kalo ga ikhlas" 

"Becanda elah lo." kata Raffi sambil mencubit pipiku. Ini juga hobbynya. 

Sekarang hanya ada Raffi disampingku, aku gatau apa mama udah tau keadaanku atau belum. Tapi kata Raffi tadi mama belum tau. Oh.... I hope it's true. Tapi tiba-tiba....

"Assalamu'alaikum..." 

"Wa'alaikumsalam..." jawab Aku&Raffi.

OH GOD! Mama Rieta, Mama Amy, Caca, Nissya dan Syahnaz datang. 

"Duh Gigi kenapa bisa gini? Pasti deh telat makan. Affi, tadi pagi jadi makan gak?" Terlihat cemas di raut wajah Mama.

Aku menatap Raffi sinis. Good boy! Dia bilang tadi kalo Mama gatau keadaanku, dan taunya sekarang Mamaku ada di depan mataku. 

Raffi membalas tatapan sinisku dengan senyum SOK GANTENG miliknya. Huft....

Bukan apa-apa, aku cuma gamau mama khawatir sama keadaanku.

"Tadi pagi makan kok ma, tapi tuh Gigi nya aja yang bandel. Affi suruh makan nasi dia malah makan kentang" jelas Raffi.

"Pagi makan kentang, siangnya?"

"Tadi kata Kia dia siang ga makan" jawab Raffi.

Ou great! Sekarang dia membocorkan semuanya. Aku merasa mataku sudah mencuat 5cm dari tempatnya.

"Kenapa gak Affi ajak makan? Gimana sih Affi" ujar Mama Amy.

"Tau lo a, gimana sih" Nanaz (panggilan akrab Syahnaz) adik Raffi ikut menyalahkan.

Hahaha aku senang! Dan menatap Raffi dengan tatapan 'emang enak lo di salahin'

Ku lihat Raffi diam menundukkan kepalanya.

"Udah yang penting Gigi sekarang gapapa. Gavrel gak ikut?" Akhirnya aku angkat bicara. Kasihan juga Raffi sudah kehabisan argumen haha.

"Enggak, udah kemaleman" jawab Caca, adik ku.

Lalu kami mengobrol hangat malam itu.

-21:00-

"Ca, lo disini ya temenin gue" pintaku pada adikku.

"Yah gak bisa, besok gue ada Lab SI di kampus pagi-pagi" ujar Caca.

Haft... Caca gabisa.

"Yah tega. Mama aja deh, ya ma?" pintaku lagi.

"Ya gabisa dong, besok Gavrel sekolah gimana. Lusa baru deh mama disini. Kamu sama Affi aja dulu ya" jawab Mama Rieta.

Yeah! Dugaan ku benar. Pasti Raffi yang akan menjagaku malam ini.

"Gamau ah Raffi rese" Aku meliriknya.

"Ye siapa juga yang mau nemenin lo hu!" Raffi menimpali.

"Heh Affi!!!" Mama Amy menegur Raffi.

Yeahaha Raffi kena lagi.

"Ya lagian Gigi nya tuh" ku dengar nada membela di ucapannya tadi.

"Kayak anak kecil aa ih" timpal Nissya.

3 kali Raffi kena hahahaha. Aku hanya memberikan tatapan meledek kepadanya.

"Udah aa disini aja" ujar Caca.

"Iya aa sebenernya seneng kan disuruh temenin Mba Gigi disini" Syahnaz menambahkan.

What?!

"Apaansi nas. Gausah sok tau deh kamu. Siapa juga yang seneng nemenin orang bawel."

"Sttt... Udah ah Affi apaan deh. Kayak anak kecil aja begitu. Diem-diem kamu kan emang udah sayang sama Gigi dari dulu." Mama Amy ikut mengompori.

Oukay! Aku berharap aku budeg saat itu juga.

"Hahahaa.... Yaudah jagain ya Fi. Makan sama minum obat nya jangan lupa. Dia gak bakal mau ngelakuin sendiri" pesan Mamaku.

Itu lah Mamaku. Terlalu cemas.

"Iyadeh. Ma, nanti bilangin ke Pak Roney aja anter baju Affi ke sini" 

"Iya"

Mama Amy, Mama Rieta, Caca, Nissya dan Syahnaz pun pulang. Dan sekarang, tinggal aku dan Raffi lagi. It's so boring!

"Tidur lo sana!" perintah Raffi, ketus. 

Aku heran, apa dia di lahirkan dengan pita suara yang bernada ketus? Oke pemikiran yang bodoh.

"Gak ngantuk, lo duluan aja" 

"Gue juga gak ngantuk" Raffi kembali duduk di bangku sebelah ranjang ku.

"Kenapa lo? Kok bisa pingsan?"

"Au" jawabku ketus.

Aku masih kesal karna dia membocorkan semuanya ke Mama.

"Dih, di tanya baik-baik malah kayak gitu. Yaudah." Raffi langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar.

Aku hanya diam menatapnya, apa dia mau keluar?

Dan benar saja, dia keluar. Meninggalkan ku sendirian dikamar. Salah ku juga sih diemin dia.

Aku gak bisa lama-lama sendirian, apalagi di rumah sakit. Oke, telpon Raffi! Baru saja aku ingin menelpon Raffi, ternyata handphone Raffi pun tertinggal di meja.

Damn! 

Tiba-tiba alarm hp Raffi bunyi. Lah si Raffi, alarm apaan malem-malem gini. Aku mengambil hp Raffi dan mematikan alarmnya. Otomatis layar hp berpindah ke lockscreen....

Wow!

Terpampang foto aku&Raffi. Iseng, ku buka kunci hpnya karna memang aku tau passwordnya. Layar menunjukkan homescreen...

And, amazing!

Fotoku terpampang di homescreennya! Aku merasa pipiku merah. Tapi, mengingat tentang kebohongan Raffi tadi, aku langsung jengkel lagi.

Aku meletakkan kembali hp Raffi, lalu tidur.

>>>>>

Aku terbangun dari tidurku. Ku lirik jam, 04:55. Ku lihat Raffi sedang solat. Setelah salam, ia berdoa.

Ini yang buat aku salut sama dia. Gak pernah lupa ibadahnya. 

Dia melihat kepadaku.

"Solat gih, tayamum aja" sarannya.

Aku mengangguk kecil, dan melakukan tayamum.

Raffi membantuku mengambil&memakaikan mukena. Lalu aku solat di atas tempat tidur.

Selesai solat, Raffi kembali membantuku melepaskan&merapihkan mukena yang ku pakai. 

"Tidur lagi aja" ujarnya, sambil menyelimutiku.

Lalu dia duduk di kursi yang dia tarik di sebelahku.

Tanpa terasa aku tertidur.

-07:30-

Aku kembali terbangun dari tidurku. Melirik ke Raffi, ada rasa iba sekaligus salut juga. Daridulu emang dia yang selalu ada untukku. Sekarang dia tidur dengan posisi duduk, padahal kamar rawat inapku tersedia satu tempat tidur kecil untuk keluarga pasien.

Aku baru sadar, ternyata tanganku dan Raffi saling menggenggam erat satu sama lain.

Aku memandangnya.

Tiba-tiba Raffi terbangun dari tidurnya,

"Eh lo udah bangun?" tanya Raffi sambil mengerjapkan matanya.

Aku yang kaget langsung melepaskan genggaman tangan Raffi.

"Yaelah gak di lepas juga gak papa. Masih kaku aja udah dari kecil kenal sama gue" 

Mungkin Raffi menyadari reflekku tadi.

Aku menatapnya heran.

Raffi pergi ke kamar mandi, aku kira dia mandi. Ternyata hanya membasuh mukanya dan menggosok gigi. Lalu mengambil makananku yang sudah tersedia di meja. 

Aku hanya diam melihat tingkahnya.

"Nih minum" ucap Raffi sambil membantuku setengah duduk.

"Aaaaa...." Raffi menyuapiku.

Aku hanya menurut. Malas berdebat.

"Nah gini kalo mau sembuh tuh nurut" ceramah Raffi.

Selama makan, aku hanya diam. Sampai selesai makan pun aku diam.

"Kenapa si diem mulu. Biasanya bawel" mungkin Raffi merasa aneh dengan sifat pendiamku.

"Lo kasih tau kan ke mama kalo gue sakit?" Ini yang membuat aku jengkel.

"Iyalah. Kan udah perjanjian, siapa suruh lo sakit. Udah gue bilang makan nasi lo malah gak mau, yaudah." jelasnya.

Aku hanya diam mengingat perjanjianku dengan Raffi kemarin. Yah sudahlah aku bisa apa...

"Lagian sok gak makan nasi, siangnya juga gak makan" 

Aku diam lagi. Terasa lelah untuk berbicara.

Beberapa menit kemudian, datang suster dan dokter rumah sakit memberikan obat kepada ku sekaligus memeriksa keadaanku.

Setelah itu sedikit berbincang dengan Raffi di luar ruang ku.

Tak lama, Raffi masuk lagi.

"Apa kata dokter?" tanyaku. Berharap ada kemungkinan aku cepat pulang.

"Lambung lo belom stabil"

Huft, dugaan ku kali ini salah.

Aku melihat Raffi mengambil anduk, mungkin untuk mandi.

Selesai mandi ia kembali duduk sambil memainkan handphone nya.

"Mama gak kesini?" tanya ku. Aku sudah mulai bosan hanya berdua dengan Raffi. Berharap ada orang yang datang.

"Gatau" jawabnya singkat.

"Coba tanya" pinta ku.

"Yaudah tanya aja" ku lihat Raffi masih asik berkutat dengan hpnya.

"Raffi ih..." Aku mulai ngambek. Haha so childish.

"Hhhh... Iya iya"

Raffi pun menelpon Mama Rieta & Mama Amy.

"Mama Rieta ntar sore, Mama Amy ada urusan jadinya hari ini kayaknya gak bisa dateng, tapi nanti siang Caca, Syahnaz, sama Nissya kesini" jelas Raffi.

"Oh yaudah" 

Aku berharap mereka cepat datang.

Raffi kembali memainkan hpnya. Dan aku benar-benar merasa bosan, daritadi hanya mengganti-ganti channel tv, tidak ada yang menarik.

"Fi....." Panggil ku.

Tidak ada jawaban dari Raffi.

"Raffi...."

Raffi masih asik dengan hpnya.

"RAFFI IH!!!" Aku berteriak.

"Astaghfirullah....Apa sayangkuuu cintaaaa? Bikin kaget aja" ucap Raffi.

"Gue bosen" jawabku singkat.

Raffi terdiam sejenak, lalu keluar kamarku. Beberapa menit kemudian kembali membawa kursi roda.

"Bosen? Buruan bangun" Raffi membantuku bangun dari tempat tidurku, lalu mendudukan ku di kursi roda yang ia bawa.

Aku nurut saja. Ya mungkin dia mau bawa aku ke suatu tempat yang bisa menurunkan tingkat kebosananku.

Raffi membawa ku ke taman rumah sakit.

"Lo kan bosen, yaudah mumpung gue lagi baik, gua ajak jalan-jalan"

Raffi kesambet angin apa? Hah sudahlah, yang penting aku keluar sebentar dari kamar ku. Raffi berjalan sambil mendorong kursi rodaku dari belakang.

Lalu kami berhenti di salah satu kursi. Raffi duduk disana.

"Gue inget dulu kita juga sering main ke taman" Raffi mulai flashback masa lalu nya bersamaku.

"Tapi bukan taman rumah sakit kayak gini" aku menambahkan.

Ya, dulu aku dan Raffi sangat sering ke taman.

"Gue kangen main di taman lagi Fi" jujur ku.

"Makanya lo sembuh, abis lo sembuh gue janji akan bawa lo ke taman" janji Raffi.

"Bener ya?"

"Iya"

Mendengar itu aku sangat senang.

Kami pun jalan-jalan mengelilingi taman. Setelah puas, kami kembali ke kamar.

Sesampainya dikamar...

To Be Continued.

Hayo ada siapa di kamar inap Gigi ya?

Gimana part 2 nya? Masih mau di lanjut? Komentarnya jangan lupa ya guys! Thanks for reading and i hope u like it!:) 

This is just fanfiction. No baper yaaaaps! Di bikin asik aja cynnnn!:)

Kamis, 23 Juli 2015

You're My Future: Part-1.

Heloooooo!

Cerbung pertama gue ini judulnya "You're My Future". Tadinya gue mau post kalo emang udah clear 100%. Tapi yaudahlah gue putusin buat post sekarang walaupun masih 60%. Gue harap semoga pembaca suka sama cerbung gue ini. Maaf kalo ada yang salah kata / kurang di mengerti, maaf juga kalo ada sedikit sama-sama. Karna gue bikin cerbung ini juga inspirasinya dari cerbung-cerbung anak RANS yang lain.

Ini percobaan dulu ya di Part-1. Kalo kalian suka gue akan lanjut,tapi kalo gak suka nanti gue coba cari topik lain. Oke?

Happy Reading!


"Pulang gak lo?" tanya seorang pria.

Dia temanku dari kecil sampai sekarang. Kami dekat, karna kakek ku dan kakeknya berteman dan akhirnya menurun ke mamaku dan mamanya bersahabat karib dari SMP hingga sekarang. Persahabatan mereka sangat hebat.

"Iya bentar" jawabku.

"Buruan. Gue ambil mobil, lo tunggu di depan. Kalo pas gue udah di depan lo gak ada, gue tinggal"

"Gue duluan yaaa" pamitku kepada teman-teman.

Namaku Nagita Slavina, biasa dipanggil Gigi. Teman kecil ku tadi, Raffi Ahmad atau Raffi. Pria jutek, namun perhatian. Juga tampan. 

Aku berjalan menuju luar lobby kampus. 

"Huh, tadi suruh gue buruan taunya lo yg dateng lama" gerutuku saat Raffi datang.

"Bawel lo" ucapnya ketus.

Aku dan Raffi sudah kenal sejak di bangku SD. Namun kami masih sering bertengkar hingga di universitas sekarang. Keluarga kami cukup akrab, hm mungkin sangat akrab. Dia ku anggap seperti kakak ku. Tapi malah akhirnya orang tua kami memutuskan untuk menjodohkan kami setelah Raffi wisuda nanti. Tentu kami tidak ada berfikiran untuk berumah tangga, namun kamipun tidak bisa menolak perjodohan itu sekalipun masing-masing dari kami punya pacar. Karna itu juga wasiat dari Kakek ku dan Kakeknya. Setiap hari pun aku berangkat&pulang kampus bersama Raffi. Aku tidak diperbolehkan pergi/pulang bersama orang lain. Begitu juga dengan Raffi.

"Awas lo besok jemput gue telat" cetusku.

"Mana pernah sih gue telat" Raffi menyombongkan diri. Ya, dia memang sangat suka membanggakan dirinya. Huh.

"Yeee. Tadi aja hampir"

"Ya tapikan HAMPIR" Dia sangat keras kepala.

Aku pun memutuskan untuk diam daripada harus berdebat (lagi) dengannya.

Akhirnya kami sampai di rumahku.

"Assalamualaikum..." ucap aku&Raffi.

Keluarga kami memang sangat dekat. Sudah tidak ada canggung di antara kami. Tapi entah kenapa, dari dulu aku&Raffi selalu saja bertengkar.

"Waalaikumsalam..." jawab Mama Rieta. 

Beliau Mamaku. Wanita terhebat menurutku. Semenjak Mama cerai dengan Papa, Mama mengurus serta membesarkan aku dan kedua adikku sendirian. She is perfect!

Seperti biasa, sampai rumah aku langsung mengganti pakaianku menjadi baju santai.

10 menit kemudian, aku kembali ke bawah.

Terlihat Mamaku sedang berbicara dengan Raffi.

"Gimana? Masih jutek Giginya?" tanya Mama pada Raffi.

"Ya gitu deh ma" jawab Raffi.

WHAT?! He needs a mirror!

"Heh! Mirror please Raffi!" Semburku gak terima di bilang jutek sama Raffi, karna Raffinya pun jutek.

Raffi menjulurkan lidahnya padaku. Dia meledekku.

"Ckck... Mau sampe kapan lagi kalian" Mama tertawa melihat kelakuan ku dan Raffi. Aku akui memang kelakuan kami sangat childish.

"Yaudah deh ma, Raffi pulang dulu ya" pamit Raffi.

"Iya, hati-hati" ucap Mama.

"Gi, gue balik. Besok awas lo kesiangan gue tinggal" ucap Raffi kepadaku.

"Iya bawel lo jambul"

Aku sangat suka meledek Raffi dengan sebutan 'jambul'. Ya, model rambutnya memang ada jambulnya. Tapi menurutku, itu yang membuatnya tampak keren.

"Ye songong lu." Dia mengacak-acak rambutku, that's his hobby.

"Assalamu'alaikum" ucap Raffi setelah mencium tangan Mama dan berhasil membuat rambutku berantakan. Huh.

Raffipun pulang ke rumahnya.

>>>>>

"Gi, buruan. Gue tinggal nih ya" ucap Raffi setengah berteriak memanggilku yang berada di lobby, aku melihat Raffi sudah di depan lobby dengan mobil lamborghini putihnya.

"Iya sebentar ihhh"

Saat aku berjalan menuju mobil Raffi, Raffi langsung pergi meninggalkanku.

"RAFFIII!!! Ih gue bilang mama biarin aja" aku berteriak kesal.

Jengkel. Raffi emang ngeselin.

"Ayok Gi pulang bareng gue" 

Aku memandangnya. Tidak asing. Pria itu bernama Kelvin, teman satu kampusku.

"Eh Kelv, gimana ya....."

Bukannya aku gak mau pulang bareng dia, tapi emang aku harus pulang bareng Raffi, ya RAFFI.

"Udah yuk gapapa. Nanti gue yang bilang ke Mama lo" Kelvin meyakinkan seakan tau isi otakku.

Oke, karna Raffi yang MENJENGKELKAN akhirnya aku pulang bersama Kelvin.

Motor Kelvin melesat kencang mengimbangi mobil Raffi. Dan motor Kelvin berada persis di sebelah mobil Raffi.

"Eh gue bilangin mama lo pulang sama orang lain selain gue" ucap Raffi ketika melihatku bersama Kelvin.

Damn! Dia aneh!

"Lah lo yang tinggalin gue. Ntar gue yang bilang sama mama, biar di goreng lo sama Mama" ledek ku setengah kesal.

"Iya juga ya. Eh stop stop!!!!" Raffi langsung menempatkan mobilnya di depan motor Kelvin.

Kelvin pun mengerem mendadak.

"Sini turun lo. Ngapain si balik sama dia. Sama gue" Raffi langsung menuntunku turun dari motor Kelvin.

"Ye gila! Lo sendiri yang tinggalin gue, malah gue yang di giniin"

Heran, mungkin Raffi salah makan.

"makasih ya, Kelv" ucapku kepada Kelvin.

"ehhh! ngapain natap-natap sambil senyum-senyum" Raffi langsung menutup mataku.

"Ihhh stres!"

Kamipun pulang.

Di perjalanan...

"Ke rumah gue dulu ah" ujar Raffi.

"Yaudah" aku hanya menurut.

Akhirnya kami tiba dirumah mewah yang udah gak asing lagi menurutku. Rumah Raffi.

"Gue aduin lo sama mama, tadi pulang sama cowo lain" Raffi langsung berlari memasuki rumahnya.

What the........ Apa-apaan coba si Raffi mau ngadu sama Mamanya, padahalkan dia yang mulai duluan tadi ninggalin aku. Pantesan Raffi pulang ke rumahnya dulu, ternyata mau ngadu ke Mama. Hih....

"Ehh kalian baru nyampe udah lari-larian ada apaan sih?" Mama Amy keheranan.

Mama Amy, Mamanya Raffi. Udah ku anggap seperti Mamaku sendiri. Dia juga wanita hebat menurutku, sama seperti Mama. Dia membesarkan ke tiga anaknya sendiri, setelah suaminya meninggal. Ya, Raffi anak yatim.

"Ma tadi Gigi pulang sama cowok lain tuh ma. Goncengan naik motor lagi" adu Raffi ke mamanya.

Oh God! He's so childish!

"Ih itu gara-gara Raffi ninggalin Gigi ma" Tentu saja aku membela diriku.

"Duhh kalian, baru pulang aja udah berantem. Hayo yang bener yang mana? Jujur sama mama" Mama Amy menengahi.

Kami berdua diam.

"Iya tadi Affi iseng ninggalin Gigi. Tapikan bukan berarti Gigi pulang bareng yang lain" Raffi mengaku sambil masih membela.

"Yeee Affi, terus Gigi pulangnya sama siapa kalo Affi tinggalin?" tanya Mama Amy.

Semua keluarga Raffi&keluargaku memanggil Raffi dengan sebutan 'Affi'. Dulu akupun memanggilnya seperti itu, namun sekarang menurutku tidak cocok panggilan 'Affi' dipakai oleh seorang badboy seperti Raffi. It's too cute for him.

"Ya kan Affi cuma bercanda, nanti juga Affi balik ke kampus" ucap Raffi.

"Ah terserah Affi deh, udah sini pada makan" 

HAHAHA Raffi, I'm win! Aku tersenyum senang karna Mama Amy tidak begitu mempermasalahkan ini.

Kami pun makan bersama.

"Nissya sama Syahnaz belom pulang ma?" tanyaku. 

Nissya dan Syahnaz adalah adik Raffi, Nissya di bawah Raffi dan Syahnaz yang paling muda. Aku juga memiliki dua adik, Caca dan Gavrel.

"Belom pulang tuh. Kalo si Nanaz tadi masuk siang, jadi sampe sore" jawab Mama Amy.

Aku hanya mengangguk sambil melanjutkan makanku.

Setelah selesai makan, aku memutuskan untuk menonton tv, sedangkan Raffi.... Entah. Dia langsung hilang, mungkin main PS. Itu hobbynya yang menurutku paling bagus. Karna hobbynya yang lain....... Membuatku jengkel.

>>>>>

Aku melirik jam di tanganku. Udah jam 3 sore, lama-lama aku juga mulai ngantuk, hm aku pulang deh.

"Ma, Gigi pulang dulu ya" pamitku kepada Mama Amy.

"Oh mau pulang sekarang? Yaudah sana panggil Affi di atas" jawab Mama Amy.

"Yaudah Gigi ke atas dulu ya ma" 

Aku pun naik ke lantai dua rumah Raffi. Benar dugaan ku tadi, Raffi sedang bermain PS.

"Fi, gue mau pulang" ucapku sambil duduk di samping Raffi.

"Yaudah sana" Raffi masih terus bermain game bolanya.

Huh..... Dia terlalu asik.

"MAMA, RAFFI GAMAU AN...." Aku setengah berteriak ngadu ke Mama Amy. Xixi.

Raffi langsung membekap mulutku. 

"Iya bentar bawel. Ini sekali lagi" ucap Raffi lalu melanjutkan gamenya.

"Yaudah 15 menit" 

Aku merasa kantukku bertambah 35% menunggu Raffi.

15menit kemudian...

"Raffi ayuk udah 15 menit nih" ucapku sambil tetap menatap layar hpku.

Tidak ada jawaban dari Raffi. Tiba-tiba aku merasa ada yang bersandar di pundakku. Aku melirik ke samping, dan benar. Raffi tertidur.

Aku menepuk pelan pipi Raffi, berharap dia bangun dari tidurnya. Tapi dia tidak bangun juga.

Oh great, aku harus menunggu Raffi bangun dari tidurnya, dan tanpa ku sadari aku ikut terlelap dalam tidur.

>>>>>

Aku merasa ada yang memainkan rambutku dan mengusap pelan pipiku. Aku terbangun, terlihat ada Raffi disampingku. Tertanya dia.

"Gi... Bangun..."

Aku yang baru benar-benar sadar mulai mengerjap-ngerjapkan mataku.

"Eh... Lo udah bangun? Udah mandi juga?" tanyaku melihat Raffi sudah rapih.

"Iyalah, lo gimana malah tidur" jawab Raffi ketus.

"Ye tadikan lo tidur eh gua juga ikutan tidur. Gak jadi pulang kan gue" ucapku mengeluarkan jutek ku juga.

"Mandi dulu sana"

"Yaudah gue mandi dulu"

Aku pun mandi. Dan berganti pakaian dengan pakaianku yang ada sebagian di rumah Raffi. Lalu aku kembali ke Raffi.

"Udah?" tanya Raffi sambil masih asik memainkan hpnya.

"Udah, yuk" 

Setelah pamit kepada Mama Amy, aku pulang di antar Raffi.

>>>>>

Keesokan harinya...

-09:00-

"Assalamu'alaikum..." terdengar suara samar seorang pria, Raffi. 

Raffi sudah datang, dan aku masih memakai sepatu kets ku. Huh pasti nanti Raffi ngedumel karna aku lama.

Setelah rapih, aku turun.

"Dohhh Miss Dandan lama banget siiii" ucap Raffi meledekku. 

Benar kan? Sudah ku duga.

"Ha? Apa? Miss Dandan? Gue mah CANTIK NATURAL"

"Halah, udah ayok ah"

"Dih gue belom sarapan" kilah ku. Salah ku juga sih padahal ngampus jam 9, tapi dari pagi aku belum makan.

"Lagian kelamaan dandan sih lo ah" kata Raffi. "udah makan di cafe kampus aja"

"Bener makan ya? Awas lho sampe enggak" Mama Rieta meyakinkan Raffi. "Affi temenin dia makan dulu nanti" 

"Iya ma. Udah yok Gi. Affi berangkat ya Ma" 

Kami pamit kepada Mama Rieta dan pergi menuju kampus.

Di perjalanan...

"Tumben lo bawa Alphard" Tanya ku heran saat melihat Raffi membawa Mobil Alphard nya saat pergi ke kampus. Biasanya dia bawa mobil sportnya.

"Suka-suka gue" jawab Raffi ketus.

"Yeee orang ngomong baik-baik" it's so damn.

"Iya Gigi sayangkuuuuu" ucap Raffi. 

Heleh. Dia emang sering mengucapkan kata 'sayang'. Aku tidak mengetahui maksudnya, hanya untuk meledek, gombal atau....hm i don't know.

Sesampainya di kampus...

"Lo ada jam kapan?" tanya Raffi.

"1 setengah jam lagi, tapi gue mau ketemu dosen dulu" 

"Yaudah masih lama, ayok makan dulu"

Raffi berjalan sambil menarik tanganku.

"Gak. Gue sama temen gue aja" kilahku. Aku tidak mau selera makanku rusak karna nya.

"Apaan sih. Tadi gak denger kata Mama Rieta? 'Raffi temenin Gigi makan ya' tuh" ucap Raffi sambil meniru kata-kata Mamaku tadi pagi.

"Lagian lo kuliah udah siang masih aja belom makan dari rumah" lanjut Raffi.

"BAWEL!!!" Aku langsung berjalan menuju cafe.

"Ngapain lo masih diem disitu? Oh gak jadi temenin gue makan? Yaudah" lanjutku saat melihat Raffi diam di tempatnya.

"Yeeee dasar. Sini lo" tiba-tiba Raffi berlari dan langsung menarik tanganku mengajakku berlari.

Kami pun berlari sampai Cafe sambil tangan Raffi masih menggenggam tanganku.

"Hahahaha capek ah Raffi...hosh...hosh..." Ucapku sambil berusaha mengatur nafas.

Seketika mimik wajah Raffi berubah saat memandangku, aku tidak tau apa yang dipikirkannya, namun senyum Raffi mengembang di wajahnya.

"Fi? Woy? RAFFIIII!!!!" Aku berteriak di telinga Raffi. Xixi.

"Ha? WOYYYY BUDEG GUA" Raffi menimpali.

"Siapa suruh bengong" aku menjulurkan lidahku dan langsung memasuki Cafe.

-RACINTA CAFE-

"Lu mau makan apaan?" tanya Raffi.

Aku melihat-lihat menu makanan. Pilihanku tertuju pada Cordon Blue with French Fries. Seperti chicken nugget dan di tambah dengan kentang goreng.

"Kok malah kentang? Nasiiiii" ujar Raffi memarahiku.

"Terserah gue, gue maunya kentang" Entah mengapa aku sedang sangat ingin kentang goreng.

"Dih dibilangin ye, lo belom makan. Nasi pokonya nasi! Nanti maag lo kambuh Gi. Sok bule lo ah makan kentang"

"ENGGAK!"

"Hehh... Yaudah. Mas, Cordon blue nya 2, yang satu pake kentang, yang satu lagi pake nasi. Minumnya hot chocolate 2" ucap Raffi kepada pelayan cafe.

Lalu pelayan itu pun pergi.

Aku tersenyum senang akhirnya Raffi mengalah.

"Yeee seneng lo seneng" ujar Raffi ketus.

"Iya dong hehe. Jangan bilang mama ya Raffiiii" 

"Gak. Nanti gue bilangin mama" kata Raffi.

"Ih.... Plissss ya ya?" mohonku.

"Oke, kalo lo sakit gue bakal bilang mama. Tapi kalo lo ga sakit gue ga akan bilang mama" Raffi membuat perjanjian.

"Oke. Gue janji gabakal sakit. Makasi Raffi" aku langsung mengacungkan kelingkingku ke Raffi sambil tersenyum senang.

"Oke. Nanti siang makan jangan lupa!" Raffi mengaitkan kelingkingnya ke jariku.

Yakan? Sebenarnya Raffi perhatian juga orangnya.

"Siap bos!"

>>>>>

-19:00-

"Raffi.... Raffi....." Entah kenapa nama dia yang ku panggil saat aku siuman.

To Be Continued.....

Gigi siuman? Emangnya Gigi kenapa ya? Tunggu part 2 nya ya, Guys!

Thanks for reading! Gimana part-1nya? Suka? I hope u like it! Tolong tinggalin komentar ya suka/gasukanya, mau di lanjut atau gimana. Saran juga boleh. This is just fanfiction. No Baper yapsss! Di bikin asik aja broooo!👌🏼 

www.twitter.com/chalifiaaa