Heyyaaaa!
I'm comeback. Cie banget kan nge-post nya cepet HAHA. Soalnya ini udah mau mulai masuk-masuk ending. Jadi udah gak sabar mau ganti cerbung baru.
Yuk langsung aja yang udah gak sabar, sokin yuuu. Happy Reading!:))
Aku langsung menuju lantai 2. Setelah menemukan toko yang di maksud Teh Shanty tadi, aku melihat kedalamnya. Benar saja, banyak sepatu yang memang lagi trend disini. Setelah mendapat pilihan yang cocok bagiku, aku kembali berkeliling mall itu. Cukup lama, sampai tiba-tiba...
"Kemana aja sih? Dicariin juga."
Aku menoleh. Raffi? Yakin dia nyariin aku? Aku langsung berjalan lagi, tidak enak kalo harus berdebat sama dia di mall kayak gini.
"Gigi.... Lo belom jawab pertanyaan gue." kata Raffi dibelakangku.
"Sejak kapan gue harus laporan sama lo kalo mau pergi?" tanyaku ketus.
"Sejak dulu."
Aku masih terus berjalan.
"Timezone yuk, Gi?" ajak Raffi.
Dia lagi kenapa sih hari ini.
"Bukannya lo sibuk sama temen-temen lo?" tanyaku sinis.
"Oh jadi ngambek nih karna gue tinggal mulu?" goda Raffi sambil mencolek daguku.
Huh...
"Yuk ah..." ajak Raffi lalu menarik pelan tanganku menuju timezone.
Aku hanya mengikutinya. Sampai di depan timezone...
"Sejak kapan lo boleh pegang tangan gue duluan?" tanyaku ketus sambil melihat tangan Raffi yang menggenggam tanganku.
"He? O-oh sorry..." Raffi langsung melepas tangannya.
Aku langsung masuk ke dalam timezone diikuti oleh Raffi.
Raffi dengan mudah membuat suasana cair kembali. Nyaman. Kira-kira 2 jam aku & Raffi asik bermain di timezone.
"Masih ada yang mau dicari?" tanya Raffi ketika aku & dia sedang berjalan setelah bermain timezone.
Aku berpikir sejenak. Aku baru ingat disini ada Butiknya Uchi. Teman sd-ku. Dulu dia tinggal di Australia, lalu pindah ke Jakarta selama 5 tahun dan pindah lagi ke Bali.
Aku mengangguk, "Gue mau ke butik Uchi. Kalo lo mau duluan, duluan aja,"
"Gue temenin lo," kata Raffi. "Itung-itung permintaan maaf gue karna semalem gue tinggal lo,"
Oh ternyata dia menyadari kesalahannya.
"Ok terserah," kataku lalu berjalan menaiki eskalator.
Setelah naik 2 lantai, dan mencari butik berwarna pink. Ku lihat sosok familiar sedang duduk di dalam butik tersebut.
Ku buka pintu butik, "Uchi!!!"
"Gigi!!!"
"Aaaa! Kangen banget ihhh..." kataku langsung memeluk Uchi.
"Hahahaha sama nih... Btw, ini Raffi kan?" tanya Uchi melihat Raffi disampingku.
Aku mengangguk. Dan Raffi tersenyum menyalami Uchi.
"Hm... Wait, wait. Gue inget dari dulu lo deket banget. Dan sampe sekarang masih? Temenan? Sahabat? Atau pacaran?" tanya Uchi panjang lebar.
Raffi mengangkat tangan kanan-ku & tangan kanannya melihatkan cincin perkawinan kami.
Ku lihat Uchi menganga, "Lo berdua?"
Aku & Raffi tertawa.
"Iya kita udah nikah." jelas Raffi.
"What? HAHAHAHA berarti lo ke Bali honeymoon? Aaaaa.... Congrats yaaa! Jahat banget sih gue ga diundang." kata Uchi.
"Thankyou ya... Kan gue gatau kalo lo udah di Bali. Baru tau kemaren pas lo contact gue." jawabku.
Kami mengorol cukup lama dengan Uchi.
Setelah melepas kangen dengan Uchi, aku & Raffi kembali ke hotel.
Malam harinya.
"Gi, di ajak makan malem sama temen gue" ucap Raffi tiba-tiba.
"Gue juga?" Tumben banget Raffi ngajak aku.
"Iyalah. Dia juga bawa istrinya" jawab Raffi.
"Oh yaudah gue siap-siap dulu"
Setelah siap, kami berangkat menuju restaurant yang sudah di sepakati menaiki mobil. Entah mobil siapa.
"Mobil siapa nih?" tanyaku heran.
"Temen gue. Ohiya, inget ya. Nanti disana pokoknya kita gak boleh berantem-berantem. Harus akur kayak pasutri bahagia." Raffi mengingatkan.
"Iya" Aku sudah mengerti maksud Raffi. Pasti teman Raffi mengira kami pasutri yang bahagia.
Kami pun sampai.
Raffi merangkulku dan meletakkan tanganku di pinggangnya. Aku hanya menurut. Kami pun berjalan ke dalam resto.
"Nah itu dia"
"Loh? Teh Shanty?" Aku kaget melihat perempuan di samping teman Raffi.
"Gigi?" Aku cipika-cipiki dengan Teh Shanty.
"Lah udah kenal?" tanya teman Raffi, sepertinya aku kenal juga dengan teman Raffi. Tapi siapa ya?
"Baru ketemu di Mall tadi, Pi" jawab Teh Shanty memanggil suaminya dengan sebutan 'Pi' mungkin 'Papi'. Pasti mereka pasutri bahagia.
"Wah ganyangka. Jadi ini Gigi? Lo masih inget gue gak?" tanya teman Raffi yang ternyata tau namaku.
"Kayak familiar siapa ya?" tanyaku mulai mengingat-ngingat.
"Ini Denny. Temen kecil gu.... eh temen kecil aku yang. Kamu dulu pernah kenal juga kan" ucap Raffi berbicara selembut mungkin.
"Oh kang denny? Wahhh.... Udah lama banget gak ketemu" Aku ingat, dan langsung cipika-cipiki dengan Kang Denny. Kang Denny teman kecil Raffi. Dulu pernah kenal juga sama aku sebelum akhirnya dia nikah & menetap di Bali.
"Kirain Gigi belum punya suami. Mukanya masih imut banget hahaha" puji Teh Shanty.
Kami pun makan malam sambil mengobrol. Perlahan-lahan acara makan malam itu membuat suasana aku & Raffi mencair. Karena kami memang harus akur malam ini.
Setelah selesai makan kami pulang.
>>>>>
Esoknya, 17:00.
Aku baru bangun dari tidur siangku dan melihat Raffi tertidur di sampingku.
Kayaknya sejuk banget nih ya kalo ke pantai.
Ku buka pintu menuju balkon dan kolam renang sekaligus pantai. Hotel ini emang bagus banget!
Whoa sejuk banget. Ke pantai ah.
Aku ganti pakaianku dengan pakaian santai dan langsung pergi ke pantai.
>>>>>
Tiba-tiba penglihatanku gelap. Ada yang menutup mataku dari belakang.
"Siapa nih?" tanyaku kaget. Aku memberontak dan melihat ke belakang.
Raffi.
"Apansih lo" aku jutek.hihi.
"Jutek banget sih lo, huuu" ujar Raffi sambil menyipratiku dengan air pantai.
"Raffi basah.... Ngeselin banget sih lo"
Argh!
"Siapa suruh jutek" Raffi masih terus menyipratiku.
"Ih ngeselin lo ya" Ku balas menyiprati Raffi.
"Coba sini kalo bisa" Raffi meledekku.
"Sini lo...." Aku terus menyiprati Raffi.
Kami pun bermain di pantai sampai matahari ingin tenggelam.
"Eh liat itu sunset bagus banget" tunjuk Raffi.
Aku yang sedang duduk di pasir langsung melihatnya.
"Bagus banget" ujarku sambil terus menatap sunset itu.
Raffi duduk di sebelahku. Sekarang kami sudah basah karna cipratan air pantai yang kami buat.
"Bagus banget ya?" tanya Raffi.
Aku tidak menjawab, hanya tersenyum dan menyenderkan kepalaku di pundak Raffi.
Pelan-pelan suasana semakin mencair antara kita berdua.
Raffi mengajakku berdiri.
"Makasih udah temenin gue main di pantai" ujar Raffi.
Aku lihat senyum tulusnya mengembang di bibirnya. Aku hanya tersenyum.
"Hm.... Gi...." ucap Raffi terbata.
"B-b-b.....boleh peluk gak?" Raffi gugup.
Peluk? Raffi kenapa tiba-tiba minta peluk?
"Gak salah kan? Gue udah izin" tanya Raffi.
"Buat apa?" aku tersipu.
"Ya peluk aja. Ya boleh ya?" Raffi memohon.
Aku mengangguk pelan.
Raffi langsung mendekapku dengan erat. Di dalam dekapan Raffi, Aku bisa merasakan detak jantung Raffi. Aku balas pelukan Raffi. Jujur aku merindukan pelukan hangat ini. Tidak terasa air mataku pun menetes. Lama sekali kami berpelukan.
Ku benamkan wajahku di pundak Raffi. Tidak terasa aku mulai sesenggukan.
"Lo kenapa nangis?" tanya Raffi, mungkin ia sadar aku mulai sesenggukan.
Tangisku tambah deras.
"Gi, kenapa?" Raffi mulai panik.
"Enggak, pelukan lo sama kayak pelukan Papa. Gue jadi kangen." Aku menghapus air mataku. "Udah yuk, balik ke hotel. Gue capek"
"Lo capek?" Raffi langsung mengangkatku dengan kedua tangannya dan berlari menuju hotel.
"Aaaa Raffiiiiii" Aku kaget, langsung teriak dan memeluk Raffi.
"Hosh...hosh.... Aduh capek gue" ucap Raffi sambil menurunkanku dari gendongannya.
"Siapa suruh lari-lari" ujarku dan langsung memasuki kamar mandi untuk bersih-bersih.
Setelah Aku selesai mandi, giliran Raffi yang mandi.
>>>>>
Aku duduk di sofa sambil memainkan hpku.
"DORR!" jerit Raffi yang baru selesai mandi. Ia teriak di dekat telinga-ku.
"Ra--" Aku yang kaget langsung menoleh ke Raffi seketika berhenti teriak.
Kini wajahku dan Raffi sangat dekat. Raffi mulai mendekatkan kepalanya lagi, Aku hanya diam memejamkan mataku. Hidung kami mulai bersentuhan.....
Dan....
Tiba-tiba handphoneku berdering. Aku merasa tangan Raffi menahan tanganku yang mau mengangkat telpon. Tapi Aku memberontak, dan menjauhkan kepalaku dari Raffi. Aku langsung pergi ke balkon untuk mengangkat telponku.
>>>>>
Keesokan harinya, 16:00.
Kayaknya berenang enak nih, adem.
Kubuka pintu balkon, Wah sejuk banget. Berenang ah.
Aku langsung mengganti pakaianku dengan pakaian renang. Mana Raffi? Entahlah.
Beberapa menit aku berenang. Kadang duduk menikmati pemandangan pantai, lalu berenang lagi.
Saat Aku sedang berenang (menyelam) tiba-tiba mukaku berpapasan dengan muka Raffi. Entah darimana ia datang.
Sama-sama menyelam.
Raffi menggenggam erat kedua tanganku. Aku hanya diam.
Raffi langsung mengecup bibirku di dalam air. Aku yang awalnya diam, mulai merasakan hangatnya kecupan Raffi. Pelan-pelan ku balas dan nikmati kecupan Raffi.
Cukup lama kami melakukan First Kiss. Kurasa nafasku sudah tidak kuat lagi, langsung aku berdiri ke darat dan mengatur nafasku. Dua detik kemudian aku langsung berenang menuju tepi kolam.
Raffi langsung menahan tanganku.
"Gi, Gigi, please...." ujar Raffi memohon.
"Please..... Gue tau pasti lo menginginkan ini juga" Raffi masih memohon.
Raffi masih menggenggam tanganku. Dan mulai menarikku pelan. Pelan-pelan aku mulai menuruti tangan Raffi, aku mulai mendekat lagi dengan Raffi. Mulai dekat, Raffi langsung memelukku.
"Maaf gue udah ngelanggar perjanjian, setelah ini terserah lo mau gimana gue ikhlas"
Kubalas pelukan hangat Raffi. Cukup lama kami berpelukan. Raffi mulai mendekatkan bibirnya dengan bibirku. Aku hanya memejamkan mataku.
CUP.
Kami kembali melakukan French Kiss. Cukup lama, lalu Raffi mengangkatku kembali ke kamar dalam keadaan basah dan meletakkan ku di kasur.
"Sekali lagi gue minta maaf. Cowok mana yang tahan sekamar gak ngapa-ngapain sama cewek cantik kayak lo. Lagian, kita kan udah sah. Dan setelah ini, terserah kalo lo mau gugat gue juga gapapa"
Raffi mulai melakukan aksinya. Aku yang awalnya diam tidak merespon apa-apa, akhirnya mulai mengikuti permainan Raffi.
Pagi harinya....
Tanpa kami sadari, kami tidur sangat dekat, kasur berantakan, sudah tidak ada lagi bantal penghalang di kasur kami.
Raffi tersenyum di depan mukaku, "Makasih banyak buat semalem, Gi" ucap Raffi.
Aku kaget dan langsung duduk.....
To Be Continued.
Maaf ya agak dewasa. Thanks for reading:)).
www.twitter.com/chalifiaaa